Rosan Sebut Danantara Terbuka Akuisisi Saham Perusahaan Asing untuk Investasi Strategis

Rosan Sebut Danantara Terbuka Akuisisi Saham Perusahaan Asing untuk Investasi Strategis

Nusantaratv.com - 13 Mei 2026

CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (12/5/2026). (ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden) (Antara)
CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (12/5/2026). (ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden) (Antara)

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani menegaskan pihaknya terbuka terhadap berbagai peluang investasi strategis di Indonesia, termasuk kemungkinan mengakuisisi saham perusahaan asing.

Pernyataan tersebut disampaikan Rosan saat menanggapi isu mengenai rencana Danantara mengakuisisi saham perusahaan asal Prancis, Eramet, di PT Weda Bay Nickel yang berlokasi di Maluku Utara.

Menurut Rosan, Danantara selalu siap menjalin kemitraan strategis maupun melakukan aksi korporasi demi mendukung pengembangan investasi nasional.

"Kita sih pada dasarnya terbuka, ya atas diskusi kemudian pembicaraan mengenai investasi yang ada di Indonesia dan kita kan Danantara ini bisa menjadi strong local partner juga, kan ya," ujar Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026.

Ia menjelaskan hingga kini pembahasan terkait potensi akuisisi tersebut masih berada dalam tahap awal dan belum menghasilkan keputusan final.

Rosan berharap keberadaan Danantara dapat memperkuat posisi Indonesia dalam berbagai proyek strategis nasional, khususnya di sektor sumber daya alam dan hilirisasi industri.

"Kita terbuka kok. Kita diskusi juga dengan Eramet," katanya, dikutip dari Antara.

Sebelumnya pada 2025, CEO Eramet Indonesia Jerome Baudelet menyebut pembahasan kerja sama investasi strategis di sektor nikel dilakukan secara intensif bersama Danantara dan Indonesia Investment Authority.

Dalam rencana tersebut, Danantara dan INA menggandeng Eramet untuk menjajaki pembentukan platform investasi strategis sektor nikel dari hulu hingga hilir.

Sementara itu, Chief Investment Officer Danantara Pandu Sjahrir mengatakan kolaborasi tersebut bertujuan membangun ekosistem bahan baku baterai kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) yang berkelanjutan dan terintegrasi di Indonesia.

Ia menjelaskan Danantara dan INA nantinya akan berperan dalam penyediaan pembiayaan jangka panjang untuk pengembangan investasi, sedangkan Eramet akan menyumbangkan keahlian teknis dan pengalaman dalam pengelolaan proyek pertambangan berskala besar sesuai standar keberlanjutan internasional.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close