Nusantaratv.com-Representasi perempuan dalam dunia bisnis kini telah mengalami pergeseran paradigma yang signifikan. Hal ini ditegaskan oleh Putri Eka Sukmawati selaku Direktur Pengembangan Usaha Injourney Hospitally, saat menjadi pembicara dalam acara Kartini Leaders Fest yang digelar Nusantara TV.
Dalam pemaparannya, Putri menekankan bahwa di era modern ini, keberadaan perempuan di level pimpinan bukan lagi sekadar pemenuhan kuota atau penghapusan stigma, melainkan sebuah kenormalan yang berorientasi pada hasil nyata.
Putri berbagi pengalaman mengenai budaya kerja di organisasinya, khususnya di lini Hilton Hospitality (bagian dari grup inJourney). Ia mengungkapkan sebuah pencapaian luar biasa dalam hal inklusivitas di jajaran manajemen puncak.
"Di dalam organisasi saya, secara kepemimpinan kami sudah merepresentasikan 50 persen dari BOD (Board of Director) adalah perempuan. Jadi itu sudah sangat terwakili. Bahkan untuk level BOD minus satu, 40 persennya juga perempuan," ujar Putri Eka Sukmawati selaku Direktur Pengembangan Usaha Injourney Hospitally, di NT Tower, Jakarta, Rabu, 13 Mei 2026.
Menurutnya, angka-angka tersebut menunjukkan bahwa organisasi telah berhasil melewati tantangan inklusivitas. Saat ini, fokus utama bukan lagi pada gender, melainkan pada bagaimana kontribusi tersebut membawa dampak bagi perusahaan.
Mengenai tantangan kepemimpinan, Putri menyebutkan bahwa kunci utamanya dimulai dari diri sendiri. Integritas dan pola pikir seorang pemimpin perempuan menjadi fondasi untuk membangun tim yang solid.
"Tantangan itu ada di diri kita sendiri sebagai pemimpin perempuan yang berintegritas. Dengan mindset yang tepat, kita bisa membantu tim untuk lebih bergotong-royong dan berkolaborasi dalam sistem yang dijalankan sehari-hari," jelasnya.
Ia meyakini bahwa budaya gotong-royong dalam organisasi menjadi katalis penting untuk menghadapi dinamika bisnis global yang semakin kompetitif.
Bagi Putri, tantangan masa depan bagi perempuan di dunia bisnis adalah bagaimana meningkatkan kinerja perusahaan agar lebih berdampak dan berkelanjutan. Gender tidak lagi dilihat sebagai pemisah, melainkan sebagai bagian dari mesin penggerak kesuksesan.
"Gender perempuan di dalam bisnis yang kita jalankan saat ini bukan lagi stigma. Itu benar-benar menjadi hal yang normal. Tantangan kita sebenarnya adalah bagaimana meningkatkan kinerja dan memberikan hasil yang lebih impactful untuk semuanya, sehingga organisasi kita lebih sustainable," pungkas Putri.
Pesan ini menjadi pengingat bagi para calon pemimpin perempuan bahwa peluang telah terbuka lebar, dan kini saatnya membuktikan kemampuan melalui kinerja yang profesional serta kompetitif di kancah global.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh