Nusantaratv.com-Chief Executive Officer Grab Indonesia, Neneng Goenadi, mengungkap data menarik terkait dominasi dan peran krusial perempuan dalam ekosistem perusahaan teknologi tersebut. Menurutnya, perempuan bukan hanya menjadi pengguna, melainkan penggerak utama ekonomi digital di platform Grab.
Neneng memaparkan bahwa pemberdayaan perempuan di Grab Indonesia dimulai dari struktur internal perusahaan. Ia mengungkapkan bahwa saat ini, lebih dari 50 persen posisi kepemimpinan di Grab Indonesia diduduki oleh perempuan.
"Leadership di Grab Indonesia lebih dari 50 persen perempuan. Ini menunjukkan kepercayaan dan kapabilitas perempuan dalam memimpin arah strategis perusahaan," tutur Neneng di acara Kartini Leaders Fest Nusantara TV yang digelar di NT Tower, Rabu, 13 Mei 2026.
Tidak hanya di kursi kepemimpinan, kontribusi perempuan juga terlihat sangat nyata pada sektor UMKM yang tergabung dalam GrabFood. Neneng menyebutkan bahwa lebih dari 60 persen pemilik (owner) merchant GrabFood adalah perempuan.
Hal ini berbanding lurus dengan perilaku konsumen di platform tersebut. Tercatat, lebih dari 70 persen transaksi di Grab dilakukan oleh pengguna perempuan. Namun, Neneng memberikan catatan penting bahwa tingginya angka ini bukan sekadar menunjukkan kebiasaan berbelanja, melainkan sebuah bentuk resiliensi atau ketangguhan ekonomi keluarga.
"Pada waktu COVID-19, mayoritas merchant yang masuk ke Grab itu perempuan. Mengapa? Karena mereka membantu para suami yang terkena PHK. Mereka turun tangan menjadi penyambung hidup keluarga melalui platform digital," jelasnya.
Sektor transportasi yang selama ini identik dengan laki-laki pun mulai bergeser. Grab mencatat saat ini terdapat 189 ribu mitra pengemudi (driver) perempuan. Neneng menyoroti profil para driver ini yang mayoritas merupakan pejuang keluarga.
"Mayoritas dari mereka adalah ibu tunggal (single mother), penyangga keluarga, atau mahasiswa perempuan yang harus mendanai dirinya sendiri agar bisa sukses. Mereka bekerja keras demi pendidikan dan masa depan," tambahnya.
Neneng menekankan bahwa realitas di lapangan membuktikan betapa tangguhnya sosok perempuan jika diberikan akses dan kesempatan. Ia meyakini bahwa keterlibatan perempuan dalam ekonomi digital bukan hanya soal kesetaraan, tetapi tentang potensi ekonomi yang luar biasa.
"Reality-nya, perempuan itu sangat tangguh. Kalau dibuka peluangnya, mereka pasti akan mengambil dan memanfaatkannya dengan maksimal," pungkas Neneng.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh