Nusantaratv.com-Serangkaian kunjungan yang dilakukan putra Presiden Prabowo Subianto Didit Hediprasetyo di hari raya Idul Fitri kemarin menjadi perbincangan para pakar politik dan publik.
Didit Prabowo diketahui berlebaran mendatangi rumah sejumlah tokoh elit nasional di antaranya rumah Megawati sokarno Putri di Menteng Jakarta Pusat dan lanjut ke Solo di kediaman Presiden ketujuh Joko Widodo.
Apakah kunjungan Didit merupakan yang merupakan anak presiden Prabowo Subianto ke kediaman sejumlah rival politik Presiden Prabowo ini sebagai silaturahmi biasa atau apakah ada misi politik di belakangnya seperti banyak diartikan oleh para pakar politik belakangan ini.
Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro melihat silaturahmi ke para tokoh yang dilakukan Didit Prabowo sebagai wujud konsistensinya untuk merajut komunikasi dengan semua eks presiden.
"Supaya apa supaya kohesi sosial politik elit kita masyarakat kita semakin baik semakin kokoh sehingga untuk melakukan arahan apapun ke depannya semakin lebih mudah. Di luar itu saya melihat bahwa Mas Didit berusaha untuk memastikan ada akselerasi stilahnya secara politik dalam konteks relasi dengan Pak Prabowo dengan Ibu Mega. Karena kita tahu politik nasi goreng itu belum dimasak-masak sampai hari ini," kata Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro saat diwawancara Nusantara TV dalam program NTV Prime.
Menurut Agung langkah politik yang dilakukan Didit juga sangat kondusif untuk prakondisi jelang rencana kehadiran Presiden Prabowo di Kongres PDI Perjuangan yang akan berlangsung bulan ini.
Sebagai anak Presiden dan cucu dari Presiden Kedua RI Soeharto, kata Agung Baskoro, Didit memiliki bobot politik yang kuat.
"Saya kira apapun bentuk pilihan politik dari PDIP Ketika nanti di Kongres diputuskan itu akan tetap menguatkan, membantu dan mengingatkan pemerintah untuk bisa menjaga pemerintahan yang berkualitas demokrasi yang lebih baik dan pada ujungnya masyarakat semakin sejahtera," ujarnya.
Di sisi lain, sambung Agung Baskoro, Prabowo tidak punya urusan yang belum selesai dengan Megawati, SBY dan Jokowi.
"Sebaliknya Pak Jokowi tidak punya cerita yang selesai dengan Ibu Mega. Pak SBY juga begitu," ungkapnya.
Agung Baskoro menyebut kehadiran Didit Prabowo sebagai tokoh dan figur fashion membuatnya tidak menghadapi resistensi.
"Jadi ketika beliau melakukan langkah apapun orang melihatnya secara murni tulus. Walaupun tak bisa dipungkiri beliau anak politisi, beliau cucu presiden juga dan dalam tanda petik akhirnya sekarang beliau bisa menjadi alternatif. Artinya sekarang juga bisa dilihat jembatan-jembatan politik yang baru, jalan-jalan politik yang baru bahkan gang-gang politik itu mulai terbentuk. Dengan pendekatan-pendekatan Mas Didit yang lebih mengedepankan informal politik," pungkasnya.
Simak selengkapnya bacaan Agung Baskoro terkait silaturahmi politik yang dilakukan Didit Parbowo dalam video di bawah ini.