Kisah Nur dan Kejutan MBG untuk Ayah di Sigi: Cemas yang Berujung Tangis Haru

Kisah Nur dan Kejutan MBG untuk Ayah di Sigi: Cemas yang Berujung Tangis Haru

Nusantaratv.com - 26 Februari 2026

Kisah Nur Rahmadani dan kejutan MBG untuk Ayah di Sigi, Sulawesi Tengah. (Foto: Dok/Istimewa)
Kisah Nur Rahmadani dan kejutan MBG untuk Ayah di Sigi, Sulawesi Tengah. (Foto: Dok/Istimewa)

Penulis: Adiantoro

Nusantaratv.com - Telepon tiba-tiba berdering pada malam Jumat, selepas makan malam di rumah Nur Rahmadani, siswi kelas VII salah satu Madrasah Tsanawiyah di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Suara guru di ujung sana terdengar menanyakan satu hal: tulisan di ompreng Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ayah Nur terdiam. Pertanyaan itu sederhana, tetapi cukup membuat pikirannya cemas. Dia membayangkan kemungkinan yang tidak-tidak. Jangan-jangan anaknya melakukan kesalahan. Jangan-jangan ada kata yang keliru. Ibunda Nur mengingat jelas kegelisahan suaminya malam itu.

"Malam Jumat, selesai makan, ada telepon dari gurunya ama dari sekolah. 'Nur, kau yang tulis tadi di MBG'. Dia (ayah Nur) takut. Takut itu siapa tahu kena marah," ujarnya saat ditemui di rumahnya, belum lama ini.

Kegelisahan itu muncul sesaat setelah Nur menulis surat kecil di ompreng MBG. Isinya sederhana: "Kakak MBG tolong buatkan menu enak untuk kejutan ayah saya yang berulang tahun besok (Jumat) karena saya tidak punya uang."

Menurut sang ibu, ayah Nur tak bisa langsung tenang. "Jadi papanya batunggu itu. 'Kenapa ini?' Oh, berarti betul sudah, begitu ibu gurunya bilang. Betul sudah, berarti Nur Rahmadani sudah," tuturnya.

Sang ayah menunggu kelanjutan kabar dengan perasaan campur aduk. Dia tak tahu jika tulisan kecil di ompreng itu bukanlah kesalahan, melainkan ungkapan tulus seorang anak yang ingin membahagiakan orang tuanya.

Keesokan harinya, kecemasan yang sempat menyelimuti rumah itu berubah menjadi haru. "Oh, besok kau ada surprise dari MBG," begitu pesan yang diterima. Ibunda Nur menahan tangis saat mengenangnya.

"Pas besoknya, ternyata, Masya Allah, tak kalah melebihi yang kami duga," ujarnya. "Banyak yang kasih kejutan di ulang tahun papanya," ujarnya.

Kejutan itu bukan sekadar perayaan ulang tahun. Bagi keluarga ini, ada rasa diperhatikan yang datang melalui cara yang tak pernah mereka bayangkan.

Ibunda Nur berharap program tersebut terus berlanjut. "Harapan untuk MBG tetap dipertahankan, itu terutama. Tidak usah didengar orang di luar sana," katanya.

"Ini program yang baru, tapi bisa untuk semuanya. Utamanya untuk anak-anak, pasti lebih banyak yang terbantu. Sebagian besar, kalau bisa ditanya satu persatu, mungkin sangat terbantu. Sangat sekali terbantu," sambungnya.

Dia juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah atas digulirkannya program tersebut. "Makasih yang terbaik untuk anak-anak bangsa."

Kisah Nur Rahmadani dan kejutan MBG untuk Ayah di Sigi, Sulawesi Tengah. (Foto: Dok/Istimewa) 

Lebih dari Sekadar Makan Siang

Bagi Nur, ompreng MBG bukan sekadar wadah makan. Sebelum ada program ini, ia sering berangkat sekolah dengan sarapan seadanya. Kadang hanya makan sedikit. Saat pelajaran berlangsung, perutnya terasa lapar. Ia sulit fokus dan mudah mengantuk sebelum jam sekolah selesai.

"Tapi sekarang, sejak ada makan bergizi gratis di sekolah kami, semuanya berubah," katanya.

Setiap hari dia dan teman-temannya mendapat makanan bergizi dan enak. Setelah makan, dia merasa lebih semangat mengikuti pelajaran dan bisa memperhatikan guru dengan lebih fokus.

Progam ini, menurut Nur, bukan sekadar soal makanan. "Bagi kami di Sigi, apalagi di daerah pelosok seperti tempat tinggal saya, ini tentang perhatian, tentang kepedulian yang benar-benar sampai kepada kami," ujarnya.

Dia pun menyampaikan pesannya kepada Presiden. "Untuk Pak Presiden, terima kasih. Terima kasih yang besar kami ucapkan. Dan untuk Bapak, kami semuanya mendoakan Bapak selalu sehat dan bisa memikirkan anak-anak bangsa lainnya," ucapnya.

Nur menyadari ia mungkin hanya seorang anak dari daerah yang jauh dari pusat kota. Namun ia memiliki mimpi besar.

"Dengan adanya makan bergizi gratis, saya merasa lebih kuat untuk belajar dan lebih berani untuk bercita-cita. Saya ingin suatu hari nanti bisa menjadi orang yang membanggakan orangtua saya, berguna bagi daerah saya dan juga bagi Indonesia," tutupnya.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close