Nusantaratv.com-Pecatur putra terbaik Indonesia Grand Master (GM) Susanto Megaranto (elo rating 2476) tampil sebagai juara Kategori Open JAPFA FIDE Rated V 2026 yang berlangsung di The Tavia Heritage Hotel Jakarta. Susanto memastikan gelar juara setelah mengalahkan IM Tirta Chandra Purnama (2271) pada babak terakhir atau babak ke-9, Selasa (26/5/2026).
Kemenangan tersebut mengukuhkan dominasi Susanto di puncak klasemen akhir dengan raihan poin tertinggi 7,5 poin. Posisi runner up jatuh ke tangan GM Novendra Priasmoro (2408) yang mengemas 6,5 poin. Sementara IM Tirta Chandra Purnama (2271) yang juga mengoleksi 6,5 poin harus puas di peringkat ketiga karena kalah tiebreak dari Novendra 46,5 berbanding 42,5.
Sementara di Kategori Challenger (elo rating di bawah 2000) gelar juara direbut pecatur kawakan Sudung Tampubolon 1967 dengan torehan tertinggi 8 poin. Disusul Jalaludin Al Mubarok 1971 sebagai runner up dengan 7,5 poin dan Marrhuimawan Maximiliano yang juga mengoleksi 7,5 poin di peringkat ketiga. Jalaludin unggul nilai tiebreak 51,5 berbanding 50 atas Maximiliano.
Perjalanan Susanto merebut gelar juara di ajang ini tidaklah mudah. Ia sempat terlempar dari posisi tiga besar setelah dikalahkan FM Hamdani Rudin pada babak ke-2. Namun setelah itu Susanto bangkit hingga akhirnya menjadi kampiun.
Meski begitu, menurut Susanto lawan terkuat sepanjang turnamen adalah pecatur muda Stevanky 2205 yang dihadapinya di babak ke-2.
"Walaupun saya bisa mengalahkan dia tapi saya akui Stevanky lawan yang kuat dan tangguh," ungkapnya.
Performa Stevanky 2205 di ajang ini memang menarik perhatian banyak pihak. Juara Kejurnas Catur Junior 2024 Kelompok A (U-19) bahkan sempat memuncaki klasemen di babak awal. Stevanky akhirnya finis di urutan kelima dengan 6 poin. Di bawah IM Satria Duta Cahaya yang menempati peringkat keempat dengan 6,5 poin.
Bagi Susanto gelar juara dari JAPFA FIDE Rated 2026 menjadi modal penting untuk menghadapi turnamen catur internasional The Asian Individual Chess Championships 2026 di Ulaanbaatar, Mongolia yang akan diikutinya. Turnamen yang sekaligus menjadi ajang kualifikasi Piala Dunia FIDE 2027 ini akan berlangsung mulai 29 Mei hingga 7 Juni mendatang.
"Dengan juara di sini jadi semakin percaya diri menghadapi pertandingan di Mongolia," tandasnya.
Pada kesempatan yang sama, Head of Internal Audit PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Ng Iwan mengapresiasi penyelenggaraan JAPFA FIDE Rated 2026 yang berjalan lancar. Ia menegaskan Japfa tetap berkomitmen mendukung kegiatan catur.
Saat ditanya apakah pihaknya berniat untuk menaikkan level turnamen tahun depan.
"Paling tidak untuk level yang sama pasti akan tetap ada. Tapi kalau untuk peningkatan nanti kita pertimbangkan," ujar Ng Iwan.
Ia juga memastikan turnamen JAPFA FIDE Rated akan terus membuka kesempatan bagi para pecatur difabel untuk turut berpartisipasi.
"Kita akan tetap memberikan kesempatan sebesar-besarnya untuk peserta difabel," tegasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum PB Percasi Pandapotan Sinaga mewakili Ketua Umum Agustiar Sabran mengucapkan terimakasih dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk yang tak henti-hentinya mendukung pembinaan catur.
Pandapotan juga menyambut baik kiprah para pecatur muda di ajang ini baik yang bertanding di Kategori Open (elo rating di atas 2000) maupun Kategori Challenger (elo rating di bawah 2000). Meski belum meraih gelar juara namun para pecatur muda telah unjuk kemampuan dengan menempati peringkat dua dan tiga di Kategori Challenger.
"Kita akan terus gencar membina pecatur-pecatur muda untuk bisa bersaing dengan para senior mereka. Nanti di rapat kerja pertama kita akan didiskusikan rancangan program untuk mengorbitkan pecatur-pecatur muda berprestasi menjadi grandmaster-grandmaster baru. Salah satu caranya memang dengan mengirim mereka mengikuti turnamen di luar negeri," tuturnya.
"Di bawah kepemimpinan Ketua Umum Pak Agustiar tentunya akan menjadi semangat baru untuk membawa catur Indonesia bersaing di pentas dunia," pungkasnya.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh