Nusantaratv.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menjadi pusat perhatian saat menghadiri jamuan makan malam Asosiasi Koresponden Gedung Putih pada Jumat (24/7/2026) waktu setempat.
Dalam pidatonya, Trump memadukan humor, sindiran, dan kritik tajam terhadap media serta lawan-lawan politiknya.
Seperti dilaporkan Reuters, Sabtu (25/7/2026), acara yang kembali digelar setelah sempat tertunda akibat insiden penembakan pada April itu awalnya berlangsung dalam suasana hangat.
Namun, seiring berjalannya pidato yang berlangsung lebih dari satu jam, Trump mulai melontarkan berbagai kritik yang selama ini kerap dia sampaikan dalam rapat umum politik.
Jamuan tahunan tersebut sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada 25 April di Hotel Washington Hilton.
Namun acara dibatalkan setelah seorang pria berusaha menerobos pos pemeriksaan keamanan dan melepaskan tembakan di luar ruang pertemuan yang akan dihadiri Trump beserta anggota kabinetnya.
Tersangka, Cole Allen, pada Mei lalu menyatakan tidak bersalah atas sejumlah dakwaan, termasuk percobaan pembunuhan terhadap presiden.
Makan malam Asosiasi Koresponden Gedung Putih merupakan tradisi yang telah berlangsung lebih dari satu abad.
Selain menjadi ajang silaturahmi antara jurnalis dan pejabat pemerintahan, acara ini juga menggalang dana beasiswa jurnalistik sekaligus menegaskan pentingnya kebebasan pers yang dijamin Amandemen Pertama Konstitusi Amerika Serikat.
Menjelang acara, ratusan jurnalis senior bersama delapan organisasi pers mendesak penyelenggara menggunakan forum tersebut untuk mengecam berbagai kebijakan Trump yang dinilai mengancam kebebasan pers.
Meski demikian, Trump tetap menerima sambutan resmi dan bahkan berjabat tangan dengan sejumlah jurnalis penerima penghargaan atas liputan mengenai pemerintahannya.
"Saya harap Anda semua tahu bahwa saya percaya pada kebebasan pers lebih dari siapa pun di ruangan ini, mungkin tidak sepenuhnya. Itulah mengapa saya bangga menjadi presiden yang paling terbuka dan transparan dalam sejarah," ujar Trump, disambut tawa hadirin.
Trump juga menyoroti intensitas komunikasinya dengan media. Menurutnya, dia kerap menggelar sesi tanya jawab dengan wartawan dan bahkan menerima panggilan telepon langsung dari sejumlah jurnalis.
"Saya selalu mendapati bahwa ketika Anda tidak berbicara kepada pers, Anda selalu mendapatkan berita buruk. Ketika Anda berbicara kepada pers, Anda memiliki peluang untuk mendapatkan berita yang baik," katanya.
Di sela pidato, Trump beberapa kali melontarkan candaan yang tidak sepenuhnya mendapat respons dari hadirin. Dia bahkan sempat mengkritik materi pidatonya sendiri setelah salah satu lelucon gagal mengundang tawa.
"Itu sebenarnya satu-satunya bagian yang menurut saya bagus dalam seluruh pidato bodoh ini," ucap Trump, disambut gelak tawa.
Selain humor, Trump kembali membahas sejumlah isu yang selama ini menjadi andalan kampanye politiknya, mulai dari kebijakan terhadap Iran hingga upaya menekan angka kejahatan di Washington.
Dia juga sempat melontarkan candaan mengenai berat badannya sebagai bentuk refleksi diri.
Tahun ini menjadi penampilan pertama Trump dalam jamuan makan malam para koresponden setelah sebelumnya beberapa kali memboikot acara tersebut selama masa jabatannya.
Dalam pidatonya, dia bahkan menyatakan berniat kembali menghadiri acara serupa tahun depan.
Di sisi lain, sejumlah organisasi kebebasan pers tetap mengkritik pemerintahan Trump atas berbagai gugatan terhadap media, pembatasan akses jurnalis, hingga ancaman terhadap lembaga penyiaran.
Trump menepis kritik tersebut dengan menyatakan kebijakannya bertujuan meningkatkan akuntabilitas dan mengatasi bias media.
Acara tersebut juga memberikan penghormatan kepada anggota Secret Service, Victor Gonzales, yang terluka saat menggagalkan aksi penembakan di luar lokasi acara pada April lalu. Gonzales selamat berkat rompi antipeluru yang dikenakannya.
Demi alasan keamanan, jamuan makan malam kali ini dipindahkan ke Hotel Waldorf Astoria dengan pengamanan yang diperketat.
Dalam pidatonya, Trump menegaskan aksi kekerasan politik tidak boleh menghalangi jalannya demokrasi.
"Kita tidak akan menyerah pada kekerasan politik. Tidak ada orang bersenjata yang akan mengubah itu," tegasnya.
Meski menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara dan mengaku telah menjalin sejumlah pertemanan melalui acara tersebut, Trump tetap melontarkan kritik kepada sejumlah tokoh media, politik, dan hiburan, termasuk Don Lemon, Lawrence O'Donnell, Chris Christie, Adam Schiff, Bruce Springsteen, dan Jane Fonda.
Menutup pidatonya, Trump kembali melempar candaan yang mengundang tawa hadirin. "Ini malam yang menarik. Saya benar-benar tidak tahu apa yang harus saya harapkan," katanya.
"Dan ternyata ini jauh lebih buruk dari yang saya bayangkan," tutup Trump.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh