Nusantaratv.com - Mengemudi mobil bertransmisi manual ternyata bukan hanya memberikan sensasi berkendara yang lebih menyenangkan, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan otak.
Hal itu terungkap dalam studi terbaru yang dilakukan para peneliti dari Institut Pengembangan Universitas Tohoku, Jepang. Demikian dilansir dari Car and Driver, Selasa (7/7/2026).
Penelitian tersebut menyebutkan mengendarai mobil manual mampu merangsang aktivitas korteks prefrontal, yaitu bagian otak yang berperan penting dalam fungsi memori, perhatian, hingga pengambilan keputusan.
Efek ini dinilai tidak ditemukan pada pengemudi mobil dengan transmisi otomatis. Studi yang pertama kali diberitakan media Jepang Best Car Web dan dikutip Carscoops itu dipimpin oleh Profesor Ryuta Kawashima, pakar pencitraan saraf yang juga dikenal sebagai sosok di balik pengembangan game latihan otak Brain Age milik Nintendo.
Menurut Kawashima, proses mengoperasikan pedal kopling, memindahkan tuas persneling, hingga mengatur koordinasi tangan dan kaki saat mengemudi mobil manual memberikan stimulasi yang lebih kompleks bagi otak dibandingkan mobil otomatis.
Aktivitas tersebut diyakini menjadi bentuk latihan ringan yang dilakukan setiap hari dan berpotensi membantu mempertahankan fungsi kognitif, terutama seiring bertambahnya usia.
Sebaliknya, penelitian ini menyebutkan pengemudi mobil otomatis tidak mendapatkan tingkat stimulasi otak yang sama.
Di sisi lain, popularitas mobil manual terus mengalami penurunan di berbagai negara. Di Jepang, hanya sekitar 1-2 persen kendaraan baru yang dijual masih menggunakan transmisi manual.
Kondisi serupa juga terjadi di Amerika Serikat (AS), di mana mobil manual hanya menyumbang sekitar 0,7 persen dari total penjualan mobil baru sepanjang 2024.
Sementara itu, negara-negara Eropa masih mempertahankan penggunaan transmisi manual dalam jumlah yang lebih besar.
Di Spanyol, misalnya, sekitar 41 persen mobil baru masih menggunakan transmisi manual, sedangkan di Italia angkanya mencapai 48 persen.
Meski tren kendaraan terus bergeser menuju transmisi otomatis dan mobil listrik, hasil penelitian ini menjadi kabar baik bagi para pecinta mobil manual.
Selain menawarkan pengalaman berkendara yang lebih melibatkan pengemudi, mobil manual kini juga disebut berpotensi membantu menjaga kesehatan dan ketajaman fungsi otak.
Bagi yang masih memiliki atau berencana membeli mobil manual, penelitian ini bisa menjadi alasan tambahan untuk tetap mempertahankan kendaraan tersebut sebelum keberadaannya semakin langka di pasaran.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh