Nusantaratv.com-Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa merespons isu terkait pemerintah memperlebar batas defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di atas 3 persen.
Purbaya menjelaskan bahwa rencana itu disebut masih sedang dipikirkan oleh pemerintah.
"Saya belum tahu, masih dipikirin kali," ucap Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan Jakarta, Jumat, 13 Maret 2026.
Lebih lanjut, Purbaya memastikan pemerintah selalu menghitung dampak kenaikan harga minyak dunia kepada APBN.
Menurutnya jika pelebaran defisit di atas 3 persen dilakukan, maka dampaknya akan dihitung.
"Kita selalu hitung dampak kenaikan harga minyak dunia ke APBN kita sehingga nanti kalau perlu satu keputusan, kita hitung dalam dampaknya," jelasnya.
Adapun salah satu yang jadi pertimbangan pemerintah tidak terburu-buru menaikkan batas defisit APBN di atas 3 persen diantaranya Indonesia dinilai negatif oleh lembaga pemeringkat internasional.
Baca juga: Cek Fakta: Klaim Menkeu Purbaya Ingin Ganti Program MBG dengan Sekolah Gratis Tidak Benar
"Pertimbangannya apakah kalau menembus lembaga rating akan mengganggu kita atau memberi penilaian negatif. Sebenarnya kalau secara fair kan sekeliling kita sudah sedikit yang di bawah 3 persen, hampir nggak ada malah," papar Purbaya.
Dalam kesempatan itu, Bendahara Negara menyebut sudah banyak negara lain yang defisitnya di atas 3 persen.
"Ketika kita dekat ke 3 persen pertumbuhannya lebih cepat daripada negara-negara lain. Mungkin Vietnam lebih tinggi dari kita tapi 4 persen lebih tuh," ujar Purabaya.
"India lebih tinggi, dia lebih tinggi lagi cuma 5-6 persen defisitnya. Jadi harusnya kalau dari Eropa kan udah tinggi semua. Amerika, Korea, Jepang," lanjutnya.
Kendati demikian, Purbaya menyampaikan hingga saat ini pemerintah akan menjalankan kebijakan fiskal secara prudent.
Purbaya juga tidak menutup kemungkinan akan menjalan jika ada perintah untuk menaikkan defisit di atas 3 persen oleh Presiden Prabowo Subianto.
"Kalau perintah kan kita jalankan. Saya kan cuma tangan presiden," tandasnya.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh