Nusantaratv.com - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan kerja keras pemerintah selama 21 bulan masa pemerintahannya.
Dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI 2026, Prabowo bahkan menyebut kalender kerjanya tidak memiliki "hari merah".
"Menurut pembantu-pembantu saya, dalam kalender saya tidak ada hari merah," kata Prabowo saat menyampaikan pidato kenegaraan di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Prabowo mengatakan dirinya bersama jajaran pemerintah menerima amanah dari rakyat sebagai sebuah kehormatan. Karena itu, dia menegaskan pemerintah akan bekerja sekeras-kerasnya untuk menjalankan tugas tersebut.
"Yang ingin saya sampaikan, kita menerima amanah itu dengan penuh kehormatan. Tugas dari rakyat adalah kehormatan yang mulia bagi kita. Karena itu, kita akan bekerja dengan sekeras-kerasnya," ujarnya.
Menurut Prabowo, kerja keras tersebut juga tercermin dari kondisi sejumlah menteri dan pembantunya.
Dia menyebut ada menteri yang sampai harus dirawat di rumah sakit, pingsan, menjalani operasi, hingga mengalami kelelahan.
"Beberapa di antara mereka terpaksa masuk rumah sakit. Ada yang pingsan, ada yang operasi, banyak yang kecapean. Saya berjanji kepada mereka bahwa dalam sisa masa jabatan saya ini, saya akan memberi lebih banyak waktu istirahat untuk mereka," katanya.
Namun, Prabowo mengaku janji tersebut justru ditanggapi para pembantunya dengan candaan. "Dan mereka menjawab, janji tinggal janji,” ujar Prabowo.
Prabowo Klaim 121 Kebijakan Transformatif
Dalam pidatonya, Prabowo juga memaparkan sejumlah capaian pemerintah selama 21 bulan atau 663 hari sejak dirinya dilantik sebagai Presiden pada 20 Oktober 2024.
Dia mengatakan pemerintah telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan transformatif untuk menyelesaikan berbagai persoalan negara. Menurutnya, sejumlah persoalan tersebut bahkan telah berlangsung selama puluhan tahun.
"Dalam 21 bulan, tepatnya 663 hari sampai hari ini, pemerintah yang saya pimpin telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan-kebijakan transformatif untuk menyelesaikan masalah-masalah negara," kata Prabowo.
Dia kemudian menggambarkan intensitas kerja pemerintah melalui perbandingan waktu. Menurut Prabowo, angka tersebut berarti pemerintah rata-rata mengambil satu kebijakan transformatif setiap lima hari.
"Artinya, kita bisa mengatakan bahwa kita telah putuskan satu kebijakan transformatif setiap lima hari. Demikian kerasnya, Menteri-Menteri saya dan pembantu-pembantu saya telah bekerja," ujarnya.
Prabowo mengatakan berbagai kebijakan tersebut dilakukan dengan berpedoman pada empat hal, yakni menjalankan amanat UUD 1945, menjaga kepentingan inti nasional, mengatasi kesulitan rakyat dalam waktu sesingkat-singkatnya, serta berorientasi pada kepentingan rakyat dan generasi penerus.
Dia juga menegaskan pemerintah belum menganggap seluruh persoalan bangsa telah selesai.
"Saya belum bisa mengatakan bahwa seluruh persoalan bangsa telah selesai, atau bahwa seluruh janji yang saya ucapkan telah tertunaikan. Belum," kata Prabowo.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh