Prabowo Soroti Material Seng pada Atap Huntara Danantara untuk Korban Bencana Sumatra

Prabowo Soroti Material Seng pada Atap Huntara Danantara untuk Korban Bencana Sumatra

Nusantaratv.com - 02 Januari 2026

Tangkapan layar Presiden Prabowo Subianto (tengah) meninjau struktur dan fasilitas hunian yang dibangun BPI Danantara bernama Rumah Hunian Danantara, di Kebun Tj Seumantoh, Karang Baru, Aceh Tamiang, Aceh, Kamis, 1 Januari 2026. ANTARA/HO-YouTube Sek (Antara)
Tangkapan layar Presiden Prabowo Subianto (tengah) meninjau struktur dan fasilitas hunian yang dibangun BPI Danantara bernama Rumah Hunian Danantara, di Kebun Tj Seumantoh, Karang Baru, Aceh Tamiang, Aceh, Kamis, 1 Januari 2026. ANTARA/HO-YouTube Sek (Antara)

Penulis: Alamsyah

Nusantaratv.com - Presiden Prabowo Subianto memberikan catatan koreksi terhadap pembangunan hunian sementara (huntara) bagi korban banjir dan longsor di Sumatra yang dibangun BPI Danantara menggunakan material seng.

Koreksi tersebut disampaikan Prabowo dalam rapat koordinasi pemerintah setelah ia meninjau langsung bangunan huntara di Aceh Tamiang, Kamis, 1 Januari 2025.

"Saya koreksi sedikit, saya tanya, 'Bagaimana ini ya? Kan saya yang panas.' Coba dipikirkan kalau bisa kita kasih apa solusi, mungkin solusinya tidak usah mahal-mahal," ujar Prabowo, dikutip dari kanal YouTube resmi Sekretariat Presiden.

Meski demikian, Prabowo tetap mengapresiasi kinerja Danantara yang mampu membangun sekitar 600 unit huntara dalam waktu relatif singkat, yakni delapan hari.

Ia lalu menyarankan agar ke depan dapat dipertimbangkan penggunaan material bangunan lain yang bernuansa lokal dan lebih mampu meredam panas di dalam hunian.

"Apa itu anyaman atau apa, dari ijuk atau dilapisi bawahnya seng. Tidak perlu bahan mahal, hal yang sederhana mungkin cukup. Itu nanti kreativitas orang di lapangan," tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, CEO Danantara Rosan Roeslani menyampaikan bahwa hunian sementara tersebut akan langsung diserahkan kepada para korban bencana pada hari yang sama.

Ia menjelaskan, huntara itu dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, seperti taman bermain, jaringan Wi-Fi, musala, 14 unit dapur, serta 120 unit toilet dan kamar mandi. Seluruh bangunan berdiri di atas lahan milik BUMN PTPN.

"Ini berdiri yang kami bangun di lahan PTPN yang sudah kami lakukan pembersihan lahan (land clearing). Bersama itu juga ukuran luasnya kurang lebih 4,5 x 4,5 meter persegi per unit atau kurang lebih 22 meter per unit," ujar Rosan.

Dalam tiga bulan ke depan, Danantara menargetkan penyelesaian pembangunan total 15.000 unit hunian sementara untuk korban bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

"Aceh kurang lebih 12.000 unit, kemudian ada di Tapanuli Selatan, dan Tapanuli Tengah itu kurang lebih 2.000 unit, dan Sumatra Barat 500 unit," kata dia.

Pembangunan huntara tersebut merupakan hasil kerja sama BUMN yang bersumber dari dana corporate social responsibility (CSR). Untuk program ini, Danantara menyiapkan anggaran sebesar Rp1 triliun, dengan realisasi yang telah mencapai Rp655 miliar.

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close