Prabowo: Mulai Bulan Ini Indonesia Tidak Impor Lagi Solar

Prabowo: Mulai Bulan Ini Indonesia Tidak Impor Lagi Solar

Nusantaratv.com - 12 Juli 2026

Presiden Prabowo Subianto menghadiri puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Indonesia Arena, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu, 12 Juli 2026. (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo Subianto menghadiri puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Indonesia Arena, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu, 12 Juli 2026. (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)

Penulis: Adiantoro

Nusantaratv.com - Presiden Prabowo Subianto mengatakan Indonesia mulai bulan ini, menghentikan impor solar.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mewujudkan kemandirian energi nasional melalui pemanfaatan bahan bakar berbasis sumber daya dalam negeri.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan pada Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Indonesia Arena, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu, 12 Juli 2026.

Dalam pidatonya, dia menegaskan pemerintah akan terus mendorong penguatan sektor energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar.

Menurutnya, peluncuran B50, yaitu bahan bakar diesel yang mengandung 50 persen biodiesel berbahan baku minyak kelapa sawit, menjadi tonggak penting menuju swasembada energi.

"Kita tidak import pangan lagi, kita ekspor. Tahun pertama pemerintah yang saya pimpin. Baru beberapa hari yang lalu, kita launching B50 solar," ucapnya.

Dia menjelaskan, seluruh bahan baku utama B50 berasal dari Indonesia, sehingga mampu meningkatkan nilai tambah komoditas sawit sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Prabowo mengatakan penggunaan minyak kelapa sawit sebagai bahan baku biodiesel memberikan manfaat besar bagi Indonesia yang merupakan salah satu produsen sawit terbesar di dunia.

Selain mengurangi impor energi, kebijakan tersebut juga diyakini akan meningkatkan kesejahteraan petani sawit melalui meningkatnya kebutuhan bahan baku dalam negeri.

Menurutnya, pemanfaatan sumber daya lokal merupakan langkah strategis agar Indonesia semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan energi nasional.

Tak hanya fokus pada biodiesel, pemerintah juga tengah mengembangkan teknologi untuk menghasilkan bensin berbasis bahan baku nabati.

Prabowo mengungkapkan para peneliti dan akademisi Indonesia saat ini sedang mengembangkan produksi bensin dari minyak sawit serta etanol yang berasal dari berbagai tanaman pangan seperti singkong hingga jagung.

Dia optimistis dalam waktu tiga hingga empat tahun ke depan, Indonesia sudah mampu memproduksi bensin berbasis tanaman secara mandiri.

"Jadi saya harap dalam 3-4 tahun lagi kita nanti juga bisa menghasilkan bensin dari tanaman. Berarti petani singkong akan hidup makmur. Petani jagung akan hidup Makmur," ujarnya.

Menurut Prabowo, pengembangan energi berbasis hasil pertanian akan memberikan dampak ekonomi yang luas, terutama bagi para petani.

Meningkatnya kebutuhan singkong, jagung, sorgum, dan kelapa sawit sebagai bahan baku energi diperkirakan mampu meningkatkan pendapatan petani sekaligus membuka peluang ekonomi baru di berbagai daerah.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close