Nusantaratv.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan Presiden Prabowo Subianto akan membawa isu pangan dan energi dalam KTT ASEAN 2026 yang digelar di Filipina.
"Besok, Insyaallah, Bapak Presiden akan mengikuti KTT ASEAN di Filipina, tuan rumahnya memang Filipina. Isunya ada dua, yang pertama adalah isu pangan, yang kedua adalah energi," ujar Bahlil ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Dalam sektor energi, salah satu fokus pembahasan adalah penguatan ketahanan energi di kawasan Asia Tenggara.
Bahlil menyoroti peran strategis nikel sebagai komoditas penting dalam pengembangan energi masa depan, khususnya untuk baterai kendaraan listrik.
"Nikel adalah salah satu komoditas energi yang bisa dikonversi untuk menjadi baterai," ucap Bahlil.
Indonesia sendiri telah memiliki ekosistem industri baterai kendaraan listrik dari hulu hingga hilir.
Menurut Bahlil, tidak semua negara memiliki kemampuan tersebut, sehingga Indonesia membuka peluang kerja sama dengan negara lain di kawasan.
Dia menambahkan bahwa jika Filipina berminat untuk menjadi pemasok bahan baku nikel bagi smelter di Indonesia, maka peluang tersebut terbuka.
"Kalau Indonesia kekurangan bahan bakunya, bisa disuplai dari mana saja. Jadi, tidak ada isu kerja sama yang lebih teknis, spesifik, itu nggak ada, ya," ujarnya.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia menyampaikan, KTT ASEAN 2026 juga akan menyoroti dampak konflik global terhadap kawasan, khususnya konflik di Timur Tengah.
Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kemlu RI, Ina Hagniningtyas Krisnamurthi, menjelaskan pertemuan tersebut ditargetkan menghasilkan sekitar 24 dokumen hasil yang berkaitan dengan stabilitas dan ketahanan kawasan, terutama di bidang ekonomi dan pembangunan.
Selain itu, isu Myanmar juga menjadi perhatian, dengan rencana kehadiran perwakilan non-politis dari negara tersebut dalam KTT ASEAN 2026 yang akan berlangsung di Cebu, Filipina.
(Sumber: Antara)




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh