Nusantaratv.com - Kehadiran mobil listrik pertama Ferrari, Luce, langsung menciptakan perdebatan besar di kalangan penggemar otomotif dunia.
Dibanderol sekitar US$640 ribu atau setara Rp11,5 miliar (kurs Rp18.070 per dolar AS), mobil listrik terbaru dari Maranello itu menuai banyak kritik karena desainnya dianggap kurang menggugah dan tidak mencerminkan karakter khas Ferrari.
Namun, di tengah gelombang komentar negatif tersebut, pihak Ferrari justru tidak menunjukkan kepanikan.
Bahkan, sejumlah eksekutif Ferrari menganggap kontroversi yang muncul sebagai tanda merek legendaris asal Italia itu masih memiliki tempat istimewa di hati para penggemarnya.
Melansir Carscoops, Rabu (15/7/2026), Direktur Pemasaran Global Ferrari, Emanuele Carando, mengakui perusahaan memang sudah memperkirakan respons besar dari publik ketika memperkenalkan Luce.
Menurutnya, Ferrari siap menghadapi reaksi yang "kuat" dan "kontroversial", meski besarnya perhatian publik tetap di luar perkiraan.
Alih-alih melihat kritik sebagai ancaman, Ferrari menganggap perdebatan tersebut sebagai bentuk promosi alami yang sangat berharga.
"Sebagai direktur pemasaran, saya sangat senang. Ferrari adalah merek yang sangat dicintai dan dimiliki secara emosional oleh banyak orang. Setiap orang merasa berhak memberikan pendapat," ujar Carando kepada Edmunds.
Menurutnya, setiap inovasi baru memang sering mendapat penolakan di awal karena perubahan dapat membuat sebagian orang merasa tidak nyaman.
Ferrari Pernah Mengalami Hal Serupa Saat Meluncurkan Purosangue
Carando juga mengingatkan Ferrari pernah menghadapi situasi serupa ketika memperkenalkan Purosangue, mobil SUV pertama Ferrari.
Saat itu, banyak penggemar merasa langkah Ferrari membuat kendaraan bergaya SUV bertentangan dengan tradisi perusahaan yang identik dengan mobil sport berperforma tinggi.
"Hal seperti ini pernah terjadi sebelumnya. Saat kami meluncurkan Purosangue empat tahun lalu, banyak komentar mengatakan Enzo Ferrari pasti berbalik di dalam kuburnya," kata Carando.
Namun, waktu membuktikan Purosangue akhirnya menjadi salah satu model Ferrari yang paling populer dan banyak dicintai pelanggan di seluruh dunia. Ferrari berharap perjalanan yang sama juga terjadi pada Luce.
Desain Ferrari Luce Jadi Perdebatan, Ferrari Beri Pembelaan
Sebagian besar kritik terhadap Ferrari Luce datang dari sektor desain. Banyak penggemar menilai bentuk eksteriornya terlalu sederhana dan kurang memiliki aura agresif khas Ferrari.
Desain Luce sendiri dikembangkan bersama firma desain LoveFrom, dengan pendekatan berbeda karena menggunakan platform kendaraan listrik khusus.
Carando menjelaskan Ferrari sebenarnya bisa saja mengambil basis Purosangue lalu mengganti mesin V12 dengan motor listrik dan baterai. Namun, menurutnya, pilihan tersebut bukan solusi terbaik.
Ferrari memilih membangun mobil listrik dengan arsitektur baru yang memungkinkan posisi kabin lebih maju, kap mesin lebih pendek, serta distribusi bobot yang lebih optimal.
Menurut Ferrari, pendekatan tersebut memberikan keuntungan dalam hal pengendalian dan presisi saat menikung.
Ferrari Tegaskan Luce Tidak Akan Dijual Secara Paksa
Selain soal desain, Ferrari Luce juga sempat diterpa rumor mengenai strategi penjualan yang dianggap terlalu eksklusif.
Beredar kabar pelanggan harus membeli Luce terlebih dahulu agar bisa mendapatkan akses ke model Ferrari langka lainnya. Namun, Ferrari membantah rumor tersebut.
Mantan Kepala Pemasaran dan Komersial Ferrari, Enrico Galliera, menegaskan Luce tidak akan dijadikan pembelian wajib bagi pelanggan.
"Mobil ini hanya akan diberikan kepada klien yang memang ingin membelinya," ujarnya.
Sementara itu, Manajer Media & PR Ferrari Sport Cars, Alessandro Vaccari, menjelaskan Ferrari memang menggunakan sistem penilaian pelanggan untuk menentukan siapa yang mendapatkan akses ke model-model terbatas.
Ferrari tidak menerapkan sistem sederhana seperti "beli mobil ini untuk mendapatkan mobil lain". Sebaliknya, perusahaan menggunakan data interaksi pelanggan dengan merek Ferrari untuk menentukan prioritas secara objektif.
Carando menambahkan Ferrari memakai algoritma kompleks untuk menilai pelanggan yang berhak mendapatkan akses ke model eksklusif seperti 12Cilindri Manuale.
Luce Jadi Ujian Besar Era Elektrifikasi Ferrari
Meski mendapat kritik, Ferrari melihat reaksi besar terhadap Luce sebagai bukti publik masih memiliki hubungan emosional kuat dengan merek tersebut.
Bagi Ferrari, kontroversi bukan sesuatu yang harus dihindari, melainkan bagian dari perjalanan ketika sebuah merek ikonik memasuki era baru kendaraan listrik.
Kini, tantangan terbesar Ferrari adalah membuktikan apakah Luce mampu mengikuti jejak model-model legendaris sebelumnya dan mengubah keraguan penggemar menjadi kekaguman.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh