Ini Penjelasan BRIN soal Meteor Besar Lintasi Langit Jawa dan Dentuman yang Terdengar Warga

Ini Penjelasan BRIN soal Meteor Besar Lintasi Langit Jawa dan Dentuman yang Terdengar Warga

Nusantaratv.com - 13 Juli 2026

Warga di Kecamatan Sindangbarang, Cianjur, Jawa Barat, sempat mengabadikan kilatan cahaya yang terlihat melintas di langit seperti meteor yang sempat menimbulkan suara dentuman. (Antara)
Warga di Kecamatan Sindangbarang, Cianjur, Jawa Barat, sempat mengabadikan kilatan cahaya yang terlihat melintas di langit seperti meteor yang sempat menimbulkan suara dentuman. (Antara)

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjelaskan bahwa fenomena cahaya terang yang melintas di langit Pulau Jawa pada Sabtu, 11 Juli 2026 merupakan sebuah meteor berukuran besar yang memasuki atmosfer Bumi.

Profesor Astronomi BRIN, Thomas Djamaluddin, dalam keterangannya di Jakarta, Senin, 13 Juli 2026, mengatakan meteor tersebut pertama kali terpantau melintas di atas Laut Jawa sebelum akhirnya terlihat dari wilayah Bekasi sekitar pukul 21.22.35 WIB. Saat itu, posisi meteor masih berada di ketinggian sehingga hanya tampak sebagai objek bercahaya putih dengan ukuran yang relatif kecil.

"Meteor berasal dari batuan antariksa yang mengorbit matahari. Ketika lintasannya berpapasan dengan orbit Bumi, batuan tersebut memasuki atmosfer dengan kecepatan sangat tinggi. Gesekan dengan atmosfer menyebabkan permukaannya memanas hingga berpijar, sehingga tampak sebagai meteor," katanya.

Thomas menjelaskan, batuan antariksa mulai memancarkan cahaya ketika memasuki atmosfer Bumi pada ketinggian sekitar 120 kilometer dari permukaan. Pada tahap tersebut terjadi proses ablasi atau pengikisan akibat suhu yang sangat tinggi, sehingga meteor memancarkan cahaya terang yang dapat diamati dari permukaan Bumi.

Dari hasil analisis lintasan, meteor bergerak ke arah tenggara melintasi sebagian wilayah Pulau Jawa. Seiring memasuki lapisan atmosfer yang lebih rapat, cahaya yang dipancarkan semakin terang dan memperlihatkan variasi warna yang berbeda di sejumlah daerah pengamatan.

Di wilayah timur Jawa Barat, khususnya Cirebon dan Kuningan, sejumlah warga melaporkan mendengar suara dentuman beberapa saat setelah meteor melintas. Menurut Thomas, suara tersebut bukan berasal dari ledakan di permukaan Bumi, melainkan gelombang kejut atau sonic boom yang muncul akibat laju meteor yang sangat tinggi di atmosfer bagian bawah.

"Suara dentuman terjadi karena meteor bergerak jauh lebih cepat daripada kecepatan rambat suara. Gelombang kejut itu baru terdengar beberapa saat setelah meteor melintas karena suara memerlukan waktu untuk mencapai permukaan," ujarnya.

Thomas juga mengungkapkan bahwa di Majalengka meteor terlihat berwarna biru. Selanjutnya, objek tersebut kembali terpantau di kawasan Nagreg sekitar pukul 21.23.37 WIB dan di Tasikmalaya sebagai cahaya terang yang sesekali menerangi awan. Perbedaan warna itu merupakan fenomena yang lazim terjadi pada meteor, dipengaruhi oleh kandungan mineral penyusunnya serta kondisi atmosfer yang dilaluinya.

Saat melintas di wilayah Yogyakarta sekitar pukul 21.23.57 WIB, warga menyaksikan meteor memancarkan cahaya hijau yang sangat terang. Thomas menerangkan bahwa warna hijau tersebut berasal dari unsur magnesium yang terkandung dalam batuan antariksa yang terbakar akibat gesekan dengan atmosfer bersuhu sangat tinggi.

Berdasarkan rangkaian pengamatan yang telah dihimpun, BRIN memperkirakan meteor terus bergerak menuju arah tenggara hingga kehilangan kecepatannya. Objek tersebut diduga berakhir di kawasan Samudera Hindia, tepatnya di selatan Jawa Timur atau Bali.

"Fenomena ini merupakan peristiwa alam yang menarik sekaligus menjadi pengingat bahwa Bumi terus berinteraksi dengan lingkungan antariksa. Selama meteor habis terbakar di atmosfer atau jatuh di wilayah yang tidak berpenghuni, masyarakat tidak perlu khawatir. Yang terpenting adalah memahami fenomenanya secara ilmiah agar tidak mudah terpengaruh berbagai informasi yang tidak benar," tutur Thomas Djamaluddin, dikutip dari Antara.


 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close