Geo Dipa Energi Percepat Pengembangan Panas Bumi, Target Tambah 1 GW dalam 10 Tahun

Geo Dipa Energi Percepat Pengembangan Panas Bumi, Target Tambah 1 GW dalam 10 Tahun

Nusantaratv.com - 23 April 2026

Yudistian Yunis, Direktur Utama PT Geodipa Energi (Persero). (Foto: Tangkap layar Youtube Nusantara TV: @NusantaraTVOfficial)
Yudistian Yunis, Direktur Utama PT Geodipa Energi (Persero). (Foto: Tangkap layar Youtube Nusantara TV: @NusantaraTVOfficial)

Penulis: Alamsyah

Nusantaratv.com - PT Geo Dipa Energi (Persero) menegaskan komitmennya dalam mendukung transisi energi nasional melalui pengembangan panas bumi. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama Yudistian Yunis dalam forum energi nasional Nusantara Energy Forum 2026 di Nusantara Hall, NT Tower, Jakarta, pada Kamis, 23 April 2026.

Dalam paparannya, Yudistian menyebutkan bahwa Geo Dipa Energi telah masuk dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) untuk menambah kapasitas pembangkit hingga 1 gigawatt dalam 10 tahun ke depan.

“Hari ini Geo Dipa Energi sudah masuk dalam rencana umum penyediaan tenaga listrik untuk menambah kapasitas. Dalam 10 tahun ke depan kami akan menambah sebesar 1 gigawatt,” ujarnya.

Saat ini, Geo Dipa telah mengoperasikan kapasitas sebesar 110 megawatt (MW), dengan proyek berjalan (ongoing) sebesar 110 MW di wilayah Dieng dan Patuha. Selain itu, terdapat 160 MW yang tengah memasuki tahap perencanaan pembiayaan, serta sejumlah proyek lain yang masih dalam tahap eksplorasi.

Secara keseluruhan, Geo Dipa menargetkan dapat berkontribusi dalam pencapaian target pemerintah untuk meningkatkan kapasitas panas bumi nasional hingga 3 gigawatt. Bahkan, jika Indonesia mampu mencapai 5 gigawatt, posisi sebagai negara dengan kapasitas panas bumi terbesar di dunia dinilai semakin terbuka.

Yudistian menekankan pentingnya efisiensi biaya investasi agar harga listrik dari panas bumi tetap terjangkau. 

“Kami memastikan biaya investasi yang digunakan adalah yang paling ekonomis agar affordability listrik panas bumi tetap terjaga dan tidak membebani masyarakat,” jelasnya.

Namun demikian, ia mengakui masih terdapat tantangan klasik dalam pengembangan energi panas bumi, terutama terkait perizinan dan pembebasan lahan. Menurutnya, pendekatan kepada masyarakat menjadi kunci utama dalam mengatasi hambatan tersebut.

“Kendala terbesar masih masalah perizinan dan pembebasan lahan. Kami perlu memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang apa itu geotermal dan manfaatnya,” katanya.

Sebagai solusi, Geo Dipa mengusulkan agar pemerintah membuka peluang pemanfaatan langsung sumur panas bumi sejak tahap eksplorasi. Dengan demikian, masyarakat dapat merasakan manfaat lebih awal, seperti untuk pengeringan hasil pertanian, budidaya perikanan, hingga produksi pupuk dari material panas bumi.

“Di Dieng dan Lahendong, material dari sumur panas bumi sudah bisa kami olah menjadi pupuk. Ini menjadi cara agar masyarakat bisa merasakan manfaat sebelum pembangkit listrik beroperasi,” tambahnya.

Lebih lanjut, Yudistian menilai edukasi kepada masyarakat masih perlu diperkuat. Selama ini, pemahaman umum tentang panas bumi hanya sebatas sebagai sumber listrik, padahal potensinya lebih luas dan dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat sekitar, terutama di wilayah terpencil.

Ia berharap dengan peningkatan pemahaman dan keterlibatan masyarakat, pengembangan panas bumi di Indonesia dapat berjalan lebih cepat dan hambatan yang ada dapat diminimalkan secara signifikan.

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close