Nusantaratv.com - Dokter Theresia Monica Rahardjo atau yang akrab disapa Dok Mo menegaskan pentingnya pemenuhan nutrisi sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia.
Menurutnya, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah strategis untuk mengatasi persoalan gizi yang masih dihadapi Indonesia.
Hal itu disampaikan Dok Mo saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional Gekira 2026 di NT Tower, Pulomas, Jakarta Timur, Sabtu, 13 Juni 2026.
Dalam pemaparannya, Dok Mo lebih dulu menceritakan keterlibatannya dalam berbagai program kesehatan nasional, termasuk terapi plasma konvalesen saat pandemi Covid-19.
"Halo, saya adalah inisiator terapi plasma konvalesen pada saat Covid, dan kemudian memang saya mendapatkan MURI untuk hal tersebut. Pada saat itulah saya pertama kali mendapatkan surat dari Pak Hasyim. Jadi waktu itu Pak Hasyim mengucapkan terima kasih kepada saya telah membawa terapi plasma konvalesen menyelamatkan banyak orang,” ujarnya.
Baca Juga: Wamentan Soroti Peran Partai dalam Membantu Menyelesaikan Persoalan Petani dan Masyarakat
Dia juga menjelaskan keterlibatannya dalam gerakan Satu Keluarga Satu Pohon Kelor yang kini menjadi bagian dari program yang telah masuk dalam perencanaan pembangunan nasional.
"Kemudian kemarin, saya juga menginisiasi gerakan Satu Keluarga Satu Pohon Kelor. Dan itu memang saya bisa menyampaikan buku ke beliau dan juga saya mengucapkan terima kasih kepada Ketua Umum Gekira yang tentunya juga membantu saya sehingga memberikan kesempatan kepada saya untuk bicara pada hari ini," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Dok Mo menyoroti masih tingginya angka stunting di Indonesia yang menurutnya berkaitan erat dengan kualitas nutrisi masyarakat.

Dokter Theresia Monica Rahardjo atau Dok Mo. (Foto: NTVnews)
"Nah di sini, kita bicara juga mengenai Makan Bergizi Gratis, betul? Apa sih hubungannya Makan Bergizi Gratis dengan ketahanan pangan dan nutrisi? Nah memang, angka stunting kita pada tahun ini rata-rata adalah 19,8%. Di bawah 20% walaupun target pemerintah itu 14%. Masih jauh. Tapi di beberapa daerah seperti daerah-daerah di Timur, di NTT, di Sumba, itu di atas 20 sampai 25%," ujarnya.
Dok Mo menilai perdebatan yang mempertentangkan antara program makan bergizi dan pendidikan tidak tepat. Menurutnya, kualitas pendidikan hanya dapat berkembang jika kebutuhan nutrisi dasar masyarakat terpenuhi terlebih dahulu.
"Kan kita diserang MBG-nya. Itu bodoh itu. Kenapa harus ngasih makan? Kenapa nggak ngasih pendidikan? Kita lihat kepintaran itu asalnya dari saat sel telur bertemu dengan sperma. Nah, pada saat sebelum jaringan otak terbentuk tentunya kita kasih makan dulu," katanya.
Dia menegaskan, Presiden Prabowo memahami akar persoalan yang dihadapi masyarakat Indonesia.
"Oleh karena itu, Pak Prabowo itu adalah orang yang visioner. Dia tahu masalah rakyat kita itu adalah makan dulu harus dipenuhi. Bukan pendidikan, bukan internet. Karena sejak diciptakan, sejak dari dalam kandungan, kita dibentuk oleh nutrisi atau makan," tegasnya.
Dok Mo menambahkan, pemenuhan gizi sejak masa kehamilan menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas generasi mendatang.
"Nah kalau ada yang bilang MBG nggak penting, ya karena kamu udah besar. Yang ngomong udah bisa bicara, udah bisa kuliah menjelek-jelekkan misalnya. Tapi bagi orang yang mau dibentuk, bagi wanita yang hamil, itu generasi penerus kita. Jangan sampai kita dapat melihat rata-rata IQ-nya 78 tapi kita harus memberikan nutrisi dari saat awal kehidupan," ujarnya.
Menurutnya, tantangan gizi di Indonesia tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan makanan, tetapi juga kualitas nutrisi yang dikonsumsi masyarakat sehari-hari.
"Nah, nutrisi di kita ini ada yang namanya hidden hunger. Orang banyak sekali mendapatkan makanan tapi yang tidak sehat. Sehingga yang masuk ke dalam kita itu adalah sedikit nutrisinya," tukasnya.
Dalam seminar tersebut, Dok Mo menekankan upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia harus dimulai dari pemenuhan gizi sejak awal kehidupan, sejalan dengan tujuan Program Makan Bergizi Gratis yang saat ini terus diperluas pemerintah.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh