Changan Perkenalkan Teknologi Hybrid Generasi Baru "Blue Core Super Engine", Klaim Konsumsi BBM 2,98L/100 Km

Changan Perkenalkan Teknologi Hybrid Generasi Baru "Blue Core Super Engine", Klaim Konsumsi BBM 2,98L/100 Km

Nusantaratv.com - 13 Maret 2026

Ilustrasi. Changan Deepal S07 di Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025. (Foto: Adiantoro/NTV)
Ilustrasi. Changan Deepal S07 di Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025. (Foto: Adiantoro/NTV)

Penulis: Adiantoro

Nusantaratv.com - Produsen otomotif asal China, Changan Automobile, resmi memperkenalkan teknologi hybrid generasi terbaru bernama "Blue Core Super Engine". 

Melansir CarNewsChina, Jumat (13/3/2026), platform ini dikembangkan untuk menjangkau sekitar 70 juta pengguna global yang masih menggunakan kendaraan bermesin pembakaran internal (internal combustion engine/ICE) setiap tahunnya.

Untuk mengembangkan teknologi tersebut, Changan menginvestasikan dana sekitar 2 miliar yuan atau setara Rp4,9 triliun (¥1 CNY=2.457 IDR) untuk membangun laboratorium khusus riset sistem hybrid. 

Perusahaan menargetkan platform hybrid tersebut ​​bisa mencapai tingkat konsumsi bahan bakar 2,98 liter per 100 km di lingkungan perkotaan menurut laporan IT-home.

Menurut Changan, platform "Blue Core Super Engine" merupakan hasil pengembangan selama enam tahun yang melibatkan lebih dari 1.000 insinyur serta menghasilkan 163 terobosan teknologi pada perangkat keras dan perangkat lunak powertrain.

Teknologi ini diposisikan sebagai solusi transisi menuju elektrifikasi, terutama bagi konsumen yang menginginkan efisiensi kendaraan listrik namun belum siap sepenuhnya bergantung pada infrastruktur pengisian daya.

Platform Blue Core sendiri merupakan pengembangan dari teknologi mesin Blue Core yang pertama kali diperkenalkan Changan pada 2012, serta pengembangan dari sistem injeksi bahan bakar bertekanan ultra tinggi 500 bar yang diluncurkan pada 2024.

Pada generasi terbarunya, sistem ini menggunakan pendekatan terintegrasi "oil and electric", di mana motor listrik menjadi sumber penggerak utama, sementara mesin pembakaran berperan sebagai pendukung efisiensi.

Untuk memastikan ketahanan jangka panjang, teknologi ini telah menjalani pengujian jalan hingga 2 juta kilometer di lebih dari 70 jenis permukaan jalan di berbagai wilayah dunia.

Changan menargetkan konsumsi bahan bakar 2,98 L/100 km di area perkotaan, dengan fokus meningkatkan efisiensi pada kecepatan rendah. 

Pendekatan ini dirancang untuk mengatasi pemborosan bahan bakar yang sering terjadi dalam kondisi lalu lintas stop-and-go di kota besar.

Selain itu, sistem penggeraknya juga dioptimalkan untuk menghasilkan torsi instan yang tinggi dan tingkat kebisingan lebih rendah, sehingga memberikan sensasi berkendara yang mendekati kendaraan listrik murni.

Peluncuran teknologi ini juga menjadi bagian dari strategi ekspansi global Changan. Perusahaan menargetkan 750.000 unit penjualan luar negeri pada 2026, dengan dukungan riset dari pusat R&D mereka di Birmingham, Inggris, agar teknologi tersebut memenuhi standar internasional.

Namun, "Blue Core Super Engine" akan bersaing ketat di pasar hybrid yang sudah diisi teknologi dari produsen lain seperti BYD dengan sistem BYD DM‑i 5.0, serta Geely dengan platform NordThor (Leishen) EM‑i yang mengklaim konsumsi bahan bakar hingga 2,62 L/100 km.

Target konsumsi 2,98 L/100 km dari Changan dinilai sebagai langkah strategis untuk mempertahankan daya saing model Changan UNI Series dan Changan CS Series di pasar China, yang saat ini menghadapi tekanan harga dari lini PHEV terintegrasi milik BYD.

Dari sisi rantai pasokan, investasi besar ini juga memungkinkan Changan mengembangkan sendiri teknologi transmisi hybrid dan elektronik daya, sehingga mengurangi ketergantungan pada pemasok Tier-1 seperti Aisin untuk gearbox efisiensi tinggi.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by NTV News (@ntvnews.id)

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close