BPOM Perketat Patroli Siber untuk Tekan Peredaran Obat dan Makanan Ilegal di Dunia Digital

BPOM Perketat Patroli Siber untuk Tekan Peredaran Obat dan Makanan Ilegal di Dunia Digital

Nusantaratv.com - 20 April 2026

Kepala BPOM Taruna Ikrar raih penghargaan dari GP Farmasi Indonesia. ANTARA/HO-BPOM (Antara)
Kepala BPOM Taruna Ikrar raih penghargaan dari GP Farmasi Indonesia. ANTARA/HO-BPOM (Antara)

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) meningkatkan intensitas patroli siber guna menekan peredaran obat serta makanan ilegal yang banyak beredar melalui platform digital.

Kepala BPOM Taruna Ikrar menyampaikan bahwa kegiatan pengawasan di ruang digital tersebut akan terus dilakukan secara berkelanjutan sesuai dengan dinamika yang berkembang di lapangan.

"Patroli siber akan berlanjut terus tergantung kondisi yang berkembang," kata Kepala BPOM Taruna Ikrar dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin.

Patroli siber sendiri merupakan bentuk pengawasan aktif yang mencakup pemantauan hingga penindakan terhadap konten ilegal di ruang digital. Menurut Taruna, langkah ini menjadi strategi penting BPOM dalam menghadapi semakin masifnya distribusi produk ilegal secara daring.

Ia juga memaparkan capaian penindakan yang dilakukan melalui sistem tersebut.

“Jumlah patroli siber yang kami lakukan, target kami tahun 2025, kami mampu realisasikan 197.562 di-takedown dan itu sudah ditindaklanjuti oleh Kemenkomdigi,” ujarnya.

Selain itu, ia menambahkan bahwa pada awal tahun 2026 hingga triwulan pertama, BPOM telah berhasil menurunkan puluhan ribu konten ilegal.

“Di tahun ini kami sudah realisasikan juga di triwulan pertama 61.564, jadi melebihi 25 persen tahun lalu. Namun tentu patroli siber akan berlanjut terus tergantung kondisi yang berkembang,” kata dia, dikutip dari Antara.

Taruna menjelaskan bahwa pengawasan digital menjadi semakin penting karena pelaku peredaran produk ilegal kini banyak memanfaatkan kanal online yang sulit dijangkau pengawasan konvensional.

Untuk itu, BPOM terus memperkuat koordinasi lintas sektor agar penindakan dapat dilakukan lebih cepat, sekaligus memastikan perlindungan masyarakat dari produk yang tidak memenuhi standar keamanan, khasiat, dan mutu.

"Kami juga melakukan optimalisasi pemanfaatan teknologi digital dalam mendeteksi dan mencegah peredaran produk ilegal," ucap dia.

Melalui langkah tersebut, BPOM berharap peredaran obat dan makanan ilegal dapat ditekan, sekaligus meningkatkan kesadaran pelaku usaha maupun konsumen terhadap pentingnya kepatuhan pada regulasi yang berlaku.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close