Bos Nvidia Peringatkan Ancaman AI Huawei, DeepSeek V4 Bisa Guncang Dominasi Teknologi AS

Bos Nvidia Peringatkan Ancaman AI Huawei, DeepSeek V4 Bisa Guncang Dominasi Teknologi AS

Nusantaratv.com - 20 April 2026

DeepSeek V4 bisa guncang dominasi teknologi Amerika Serikat (AS). (Foto: istimewa via Gizmochina)
DeepSeek V4 bisa guncang dominasi teknologi Amerika Serikat (AS). (Foto: istimewa via Gizmochina)

Penulis: Adiantoro

Nusantaratv.com - CEO Nvidia, Jensen Huang, melontarkan peringatan serius terkait arah perkembangan kecerdasan buatan (AI) global. 

Dikutip dari Gizmochina, Senin (20/4/2026), Huang menilai, jika model AI terbaru DeepSeek sepenuhnya berjalan menggunakan chip Huawei, dampaknya bisa sangat besar, bahkan berpotensi menggoyahkan dominasi Amerika Serikat (AS) di industri teknologi.

Menurut Huang, skenario tersebut dapat memicu pergeseran ekosistem AI dunia dari teknologi berbasis AS ke alternatif lain, khususnya dari China. Jika itu terjadi, posisi kepemimpinan AS dalam inovasi AI bisa terancam.

DeepSeek V4 Berpotensi Jadi Game Changer

Sorotan kini tertuju pada DeepSeek V4, model AI terbaru yang dikabarkan akan meluncur dalam waktu dekat.

Teknologi ini menarik perhatian karena disebut-sebut mampu berjalan di atas chip Ascend milik Huawei, sebuah langkah besar yang bisa mengurangi ketergantungan pada GPU Nvidia.

Kendati demikian, ada indikasi DeepSeek V4 masih mempertahankan kompatibilitas dengan arsitektur Blackwell milik Nvidia. 

Namun, jika sepenuhnya beralih ke Huawei, ini akan menjadi tonggak penting, dimana model AI besar pertama yang keluar dari ekosistem teknologi AS.

Strategi Berbeda: China Andalkan Efisiensi

Meski chip Huawei dinilai belum sekuat produk AS dari sisi performa mentah, China memilih pendekatan berbeda. 

Alih-alih bergantung pada satu chip super canggih, mereka mengoptimalkan penggunaan banyak chip secara bersamaan.

Pendekatan ini diperkuat dengan teknik seperti Mixture-of-Experts, yang memungkinkan peningkatan kinerja tanpa harus mengandalkan perangkat keras paling mutakhir.

Fokusnya bukan hanya pada kekuatan, tetapi efisiensi.

Keunggulan Skala dan Sumber Daya

Strategi tersebut didukung oleh keunggulan lain yang dimiliki China, yakni jumlah talenta AI yang besar serta akses energi yang lebih murah. 

Kombinasi ini memungkinkan pengoperasian sistem komputasi berskala besar dengan biaya lebih efisien.

Artinya, meskipun menggunakan chip yang relatif lebih lemah, hasil yang dicapai tetap kompetitif berkat skala dan optimalisasi.

Ketegangan AS-China Semakin Memanas

Di tengah persaingan ini, tensi geopolitik juga ikut memanas. Pemerintah AS terus mendorong pembatasan lebih ketat terhadap perusahaan teknologi China. 

Namun di sisi lain, ada sinyal pelonggaran dalam beberapa kebijakan ekspor chip, menunjukkan arah kebijakan yang belum sepenuhnya konsisten.

Bukan Lagi Soal Hardware Semata

Persaingan AI kini tidak lagi hanya soal siapa memiliki chip paling kuat. Fokus telah bergeser ke perangkat lunak, efisiensi sistem, dan penguasaan ekosistem teknologi.

Jika DeepSeek V4 benar-benar sukses dengan chip Huawei, ini bisa menjadi titik balik penting dalam industri AI global, dan membuka babak baru dalam perebutan dominasi teknologi dunia.


 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close