Bos Ford Ingatkan AS Tak Bisa Blokir Mobil China Selamanya, Saatnya Siap Bersaing

Bos Ford Ingatkan AS Tak Bisa Blokir Mobil China Selamanya, Saatnya Siap Bersaing

Nusantaratv.com - 17 Juli 2026

BYD Shark 6. (Foto: Istimewa via Carscoops)
BYD Shark 6. (Foto: Istimewa via Carscoops)

Penulis: Adiantoro

Nusantaratv.com - Industri otomotif Amerika Serikat (AS) selama ini mengandalkan tarif impor dan berbagai regulasi untuk membatasi masuknya mobil-mobil asal China. 

Namun, Ketua Eksekutif Ford, Bill Ford, mengingatkan strategi tersebut tidak bisa dipertahankan selamanya.

Menurutnya, cepat atau lambat produsen mobil China akan menjadi pesaing yang sulit dihindari. 

Karena itu, industri otomotif Negara Paman Sam itu harus mulai menyiapkan produk yang mampu bersaing dari sisi teknologi, kualitas, maupun harga.

Bill Ford: Amerika Harus Siap Hadapi Mobil China

Berbicara dalam acara Axios di Washington DC, seperti dikutip dari Carscoops, Jumat (17/7/2026), Bill Ford mengatakan produsen mobil AS tidak boleh berasumsi merek-merek China akan terus tertutup dari pasar AS.

"Kita harus berhadapan langsung dengan China," kata Bill Ford, seperti dikutip dari The Wall Street Journal (WSJ). 

"Kita tidak bisa berharap bisa menghalangi mereka selamanya. Kita harus mampu mengalahkan mereka dalam permainan mereka sendiri," lanjutnya.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal persaingan dengan produsen otomotif China merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari.

AS Masih Berupaya Membatasi Mobil Buatan China

Di sisi lain, Kongres Amerika Serikat saat ini masih membahas rancangan undang-undang yang berpotensi menutup akses kendaraan buatan China ke pasar domestik.

Bill Ford mendukung langkah tersebut sebagai bentuk perlindungan terhadap industri manufaktur AS. 

Menurutnya, produsen mobil China berkembang sangat cepat dengan menawarkan teknologi yang semakin canggih serta harga yang kompetitif, sehingga berpotensi menggerus pangsa pasar produsen otomotif AS, baik di dalam negeri maupun di pasar global.

Produsen Mobil China Sudah Mengubah Strategi Detroit

Meski belum memiliki kehadiran besar di pasar AS, pengaruh produsen mobil China sudah mulai terasa di markas para pabrikan otomotif Detroit.

Ford, misalnya, tengah menyiapkan pikap listrik baru dengan harga sekitar US$30.000 yang ditargetkan meluncur pada 2027. 

Kendaraan tersebut dikembangkan menggunakan teknologi manufaktur modern seperti gigacasting dan desain sistem kelistrikan yang lebih sederhana untuk memangkas biaya produksi sekaligus meningkatkan efisiensi.

Langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari strategi Ford agar mampu bersaing dengan produsen otomotif China yang dikenal agresif dalam menghadirkan kendaraan listrik berharga terjangkau.

Bill Ford Minta Kebijakan Industri Lebih Konsisten

Dalam kesempatan yang sama, Bill Ford juga menyoroti pentingnya kebijakan industri otomotif AS yang lebih konsisten dalam jangka panjang.

Menurutnya, investasi di sektor otomotif membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dirancang hingga direalisasikan. 

Sementara itu, arah kebijakan pemerintah kerap berubah mengikuti siklus politik yang lebih singkat.

"Waktu yang kami butuhkan jauh lebih panjang daripada siklus politik," ujar Bill Ford, seperti dikutip WSJ.

Mobil China Dinilai Tetap Berpeluang Masuk Pasar AS

Hingga kini belum ada kepastian apakah merek-merek China, termasuk pikap BYD Shark 6 yang sukses di Australia, akan memperoleh akses luas ke pasar Amerika Serikat.

Namun bagi Bill Ford, mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan tersebut jauh lebih bijak daripada menganggap produsen mobil China tidak akan pernah menjadi pesaing di pasar AS.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close