Nusantaratv.com - Produsen otomotif asal China, BAIC, mencuri perhatian dengan inovasi terbarunya di bidang baterai kendaraan listrik.
Perusahaan ini mengumumkan terobosan pada baterai ion natrium yang diklaim mampu terisi penuh hanya dalam 11 menit. Demikian dilansir dari CarNewsChina, Jumat (20/3/2026).
Langkah ini menandai semakin seriusnya industri otomotif China dalam mengembangkan alternatif selain baterai berbasis lithium, terutama untuk mengatasi masalah biaya, pasokan bahan baku, dan performa di suhu ekstrem.
Menurut divisi riset BAIC, pengembangan sampel baterai ion natrium mereka telah mencapai tahap lanjut dengan performa yang disebut setara standar terdepan industri.
Baterai ini menggunakan desain sel prismatik dengan kepadatan energi mencapai 170 Wh/kg, berdasarkan hasil pengujian internal.
Keunggulan utama teknologi ini terletak pada kemampuan pengisian cepat 4C, yang memungkinkan baterai terisi penuh dalam waktu sangat singkat.
Selain itu, baterai ini juga dirancang tahan terhadap kondisi suhu ekstrem, mulai dari -40°C hingga 60°C, dengan retensi energi tetap di atas 92% pada suhu -20°C, sebuah nilai yang menjanjikan untuk penggunaan di wilayah dingin.
Dari sisi keamanan, BAIC mengklaim baterainya mampu bertahan dalam kondisi ekstrem tanpa risiko kebakaran atau ledakan.
Dalam uji internal, baterai ini tetap stabil meski mengalami pengisian berlebih hingga 200% dan paparan suhu tinggi hingga 200°C.
Pengembangan baterai ini merupakan bagian dari program "Aurora Battery", yang juga mencakup teknologi baterai lithium dan solid-state.
BAIC menyebut telah menyelesaikan validasi proses produksi massal untuk sel ion natrium berbentuk prismatik.
Di industri kendaraan listrik, baterai ion natrium mulai dilirik sebagai solusi alternatif, khususnya untuk kendaraan dengan harga terjangkau dan penggunaan di suhu rendah.
Dibandingkan baterai lithium iron phosphate (LFP), teknologi ini menawarkan ketersediaan bahan baku yang lebih melimpah dan performa lebih stabil di cuaca dingin, meskipun masih kalah dalam hal kepadatan energi.
BAIC juga mengungkapkan telah mengajukan lebih dari 20 paten yang mencakup berbagai aspek teknologi, mulai dari material hingga proses manufaktur dan metode pengujian.
Tren pengembangan baterai ion natrium juga terlihat di industri otomotif Tiongkok secara luas.
Pada Februari 2026, Changan bersama CATL mengumumkan kendaraan listrik berbasis baterai ion natrium produksi massal pertama di dunia, dengan kapasitas 45 kWh dan jarak tempuh lebih dari 400 km.
Sementara itu, BYD juga tengah mengembangkan baterai ion natrium generasi ketiga dengan siklus pengisian hingga 10.000 kali, meski jadwal komersialisasinya masih menunggu kesiapan pasar.
Meski demikian, BAIC belum mengumumkan kapan baterai ion natrium ini akan mulai digunakan pada kendaraan produksi massal. Saat ini, teknologi tersebut masih berada pada tahap pra-komersial.
Ke depan, BAIC memastikan akan terus berinvestasi dalam pengembangan material, integrasi sistem, dan penerapan teknologi ini pada kendaraan listrik.
Tahap berikutnya yang dinantikan adalah uji coba di dunia nyata sebelum masuk ke produksi massal.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh