Nusantaratv.com - Apple disebut tengah menjajaki langkah besar dalam strategi produksi chipset mereka.
Setelah selama ini bergantung pada TSMC, raksasa teknologi asal Cupertino, California, Amerika Serikat (AS) itu, kini dikabarkan mulai menguji produksi chip Apple Silicon bersama Intel.
Dikutip dari GSM Arena, Sabtu (16/5/2026), informasi ini diungkap analis ternama Ming-Chi Kuo, yang menyebut Apple dan Intel telah memulai tahap awal produksi chip menggunakan proses manufaktur Intel 18A-P.
Teknologi tersebut diklaim setara dengan proses yang dipakai TSMC untuk memproduksi chip A18 Pro.
Menurut laporan Kuo, chip yang sedang diuji merupakan varian kelas bawah yang nantinya akan digunakan pada perangkat iPhone, iPad, hingga Mac.
Menariknya, sekitar 80 persen produksi chip tersebut disebut akan dialokasikan khusus untuk iPhone.
Produksi chip Apple oleh Intel juga kabarnya akan dilakukan di Amerika Serikat.
Langkah ini dinilai menjadi bagian dari strategi Apple untuk mengurangi ketergantungan pada satu pemasok sekaligus memperkuat rantai pasok di tengah dinamika industri semikonduktor global.
Kuo menambahkan, saat ini Apple dan Intel masih berada dalam tahap pengujian produksi skala kecil sepanjang tahun ini.
Jika hasilnya memuaskan, kapasitas produksi diperkirakan mulai ditingkatkan pada periode 2027 hingga 2028.
Namun, Apple disebut tetap akan menjadikan TSMC sebagai mitra utama dalam produksi chip Apple Silicon.
Bahkan, TSMC diperkirakan masih akan memasok sekitar 90 persen kebutuhan chip Apple dalam beberapa tahun mendatang.
Selain menguji proses Intel 18A-P, Apple juga dikabarkan sedang mengevaluasi teknologi manufaktur Intel yang lebih canggih untuk kebutuhan chipset generasi berikutnya.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh