AHY Dorong Kemandirian Industri Kereta Nasional untuk Perkuat Transportasi Terintegrasi

AHY Dorong Kemandirian Industri Kereta Nasional untuk Perkuat Transportasi Terintegrasi

Nusantaratv.com - 23 April 2026

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) didampingi pejabat lainnya memberi keterangan kepada awak media usai rapat koordinasi Pengembangan Jaringan Kereta Api Nasional di Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta, Rabu (22/4/2026). ANTARA/Harianto (Antara)
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) didampingi pejabat lainnya memberi keterangan kepada awak media usai rapat koordinasi Pengembangan Jaringan Kereta Api Nasional di Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta, Rabu (22/4/2026). ANTARA/Harianto (Antara)

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menekankan pentingnya memperkuat industri perkeretaapian nasional guna mendukung sistem transportasi yang efisien, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Menurut AHY, dorongan ini juga sejalan dengan masukan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang melihat pengembangan industri kereta dalam negeri sebagai kebutuhan strategis di tengah meningkatnya permintaan transportasi nasional.

"Tadi Pak Kepala BRIN (Arif Satria) juga sangat mendorong agar kita bisa justru sekaligus memajukan industri perkeretaapian nasional. Mengapa tidak? Karena kebutuhannya ada," kata Menko AHY usai rapat koordinasi pengembangan jaringan kereta api nasional di Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta, Rabu.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan industri perkeretaapian harus ditopang oleh ekosistem yang terintegrasi, dengan melibatkan berbagai pihak mulai dari kementerian teknis, BUMN, hingga sektor industri.

"Kita pastikan ekosistem industrinya, tadi Kementerian Perindustrian juga sudah menyampaikan hal tersebut, BUMN juga sama, kita bangun dengan baik sehingga nanti ada proses yang utuh," ujarnya, dikutip dari Antara.

AHY menegaskan bahwa penguatan sektor ini penting untuk mengurangi ketergantungan pada impor melalui peningkatan kapasitas produksi dalam negeri serta penguasaan teknologi.

“Sehingga kita tidak hanya membeli produk atau teknologi dari luar, tetapi juga membangun kemandirian industri perkeretaapian nasional,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyebut peran Kementerian Perindustrian dan BUMN sangat krusial dalam membangun rantai industri, mulai dari tahap produksi hingga pengembangan teknologi.

Selain itu, pemerintah juga akan memastikan pengembangan jalur kereta selaras dengan tata ruang wilayah, kesiapan teknologi, serta terintegrasi dengan sistem transportasi publik di berbagai daerah.

“Kami akan mengawal bersama pengembangan trase dari sisi tata ruang, teknologi, hingga kerja sama dengan daerah untuk memperkuat transportasi publik,” kata AHY.

Dalam rapat tersebut, pemerintah menargetkan pembangunan dan reaktivasi jaringan rel kereta api hingga sekitar 14.000 kilometer di wilayah Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi.

Saat ini, panjang jalur kereta di Sumatra mencapai sekitar 1.871 kilometer, namun masih membutuhkan tambahan sekitar 7.837 kilometer. Di Kalimantan, jaringan rel belum tersedia, dengan kebutuhan sekitar 2.772 kilometer.

Sementara itu, di Sulawesi, jalur yang telah beroperasi baru sepanjang 109 kilometer, dengan kebutuhan tambahan sekitar 3.284 kilometer.

Untuk merealisasikan rencana besar tersebut, pemerintah memperkirakan kebutuhan investasi berada pada kisaran Rp1.100 hingga Rp1.200 triliun hingga tahun 2045.

Untuk mewujudkan pengembangan jaringan hingga sekitar 14.000 kilometer tambahan serta reaktivasi jalur, Menko AHY menyebut kebutuhan investasi mencapai Rp1.100 hingga Rp1.200 triliun sampai tahun 2045.

Rapat koordinasi ini turut dihadiri sejumlah pejabat, antara lain Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Kepala BRIN Arif Satria, Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus, Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan, Wakil Kepala BP BUMN Amminudin Ma’ruf, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Allan Tandiono, serta Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close